![]() |
| Alberto Puig, Honda NSR 500, Fortuna Honda Pons |
Senin, 20 September 2021
Jumat, 03 September 2021
Mantan Juara Dunia Kelas 125cc Tahun 2005 Resmi Pensiun Musim Ini
![]() | |
| Thomas Luthi |
Pembalap Moto2 asal Swiss, Thomas Luthi menyatakan dirinya pensiun dari dunia balap musim ini karena merasa sudah tidak sanggup bersaing dengan pembalap-pembalap muda.
Pembalap yang menjadi juara dunia kelas 125cc pada tahun 2005 ini sudah berkarir selama 19 tahun sejak masih remaja. Thomas Luthi sepanjang karirnya sudah mengoleksi 17 kemenangan sejak membalap di kelas capung dan merengkuh gelar juara dunia di usia 19 tahun dengan mengendarai motor Honda RS 125 bersama tim yang ia dirikan sendiri yaitu Elit Grand Prix.
Kecuali pada tahun 2006 s/d 2009 saat membalap di kelas 250cc ia hanya 2 kali naik podium tanpa menang satu seri balap pun. Barulah pada tahun 2010 ia kembali merengkuh kemenangan saat kelas 250cc diganti dengan kelas Moto2.
Dengan mengendarai motor Moriwaki MD600 ia cuma meraih 3 kali podium dan meraih kemenangan di GP Malaysia ketika mengendarai motor Suter MMX pada tahun 2011.
Total ia meraih 17 kali menang, 65 kali naik podium dan 19 kali meraih pole position sepanjang karirnya sebagai penggeber kuda besi profesional.
Tim yang ia naungi sekarang ini Mandalika Racing Team SAG adalah pelabuhan terakhirnya sebelum gantung helm.
Tahun depan posisi Thomas Luthi akan diganti oleh pembalap Argentina, Gabriel Rodrigo yang saat ini bergabung dengan Indonesian Racing Gresini Honda.
Sedangkan rekan satu timnya, pembalap asal Belanda' Bo Bendsneyder naik kelas ke MotoGP bersama Tim satelit Ducati.
*****
Jumat, 06 Agustus 2021
Valentino Rossi Resmi Pensiun, Marc Marquez Jangan Senang Dulu (Sebab Ada...)
Pensiunnya Valentino Rossi dari dunia balap bukan berarti Marc Marquez bisa membobol rekornya suatu hari nanti. Sebab, masih banyak pembalap-pembalap yang sudah siap meruntuhkan dominasi Marc Marquez dan Repsol Honda.
Tidak sedikit pembalap yang mampu membuat Marc Marquez terjungkal dan tersungkur dari lintasan karena aksi-aksinya yang memukau penonton setia kejuaraan balap motor dunia. Pensiunnya Valentino Rossi dari dunia balap tidak menjadi berkah bagi Marc Marquez, karena bisa jadi Marc Marquez tidak mewaspadai munculnya pewaris tahta Valentino Rossi di sirkuit.
Tidak semudah membalikan telapak tangan, itu ibarat yang dialami oleh Marc Marquez saat ini' Repsol Honda saja motornya masih bermasalah, bagaimana mau mendominasi dunia balap lagi' kalau problema yang muncul di tahun-tahun sebelumnya masih ada ?
Ditambah beberapa murid jebolan VR46 Academy menjadi ancaman serius bagi dominasi pembalap-pembalap Spanyol yang semakin hari semakin melunak pengaruhnya akibat terlalu memanjakan pembalap asing.
Valentino Rossi pensiun saja kisahnya hampir sama dengan kisah pensiunnya Mick Doohan, juara dunia kelas 500cc lima kali berturut-turut. Dunia balap merasa kehilangan ikon dan sosok paling berpengaruh yang mengubah dunia balap pada zamannya.
Tapi pensiunnya Mick Doohan tidak membuat publik menunggu lama-lama mencari idola baru, Valentino Rossi yang digembleng langsung oleh Mick Doohan langsung moncer meski di musim debutnya ia cuma jadi runner-up.
Coba pikir, bukan berarti Marc Marquez bisa mengalahkan rekor gelar juara dunia milik Valentino Rossi dan Giacomo Agostini. Karena pengaruh politik uang pun bisa menjadi penghalang bagi Marc Marquez untuk menggapai gelar juara dunia melebihi Valentino Rossi apalagi Giacomo Agostini.
Usia memang menjadi masalah ketika kebugaran fisik mulai menurun bagi para pembalap motor di seluruh ajang, entah itu di MotoGP, Superbike dan Motorcross. Kuat kemungkinan Marc Marquez akan mengalami nasib seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Alex Criville yang mengalami masalah kebugaran ketika sudah memasuki usia-usia kepala tiga.
Pewaris tahta sebagai ikon MotoGP bukan berarti ia akan dihormati terus-terusan, tetapi juga akan terus-terusan dikritik sekaligus dibenci karena terlalu nyaman dengan kondisinya sekarang. Jadi, jangan sok-sok jadi juara dunia kalau belum pernah mengendarai merek motor selain Honda.
*****
Jumat, 23 Juli 2021
Norifumi Abe, Pembalap 500cc Remaja era 90an yang Melegenda (Part 03)
Norifumi Abe bersama Loris Capirossi, Jean Michel Bayle dan Kenny Roberts JR mengaspal dalam bendera tim yang sama dan sponsor yang sama. Sayangnya pengembangan motor YZR 500 dianggap lambat dan ketinggalan jaman sehingga Yamaha sulit bersaing dengan Honda.
Al hasil, Yamaha cuma bisa menang 2 kali dan merengkuh podium 4 kali dalam satu musim sehingga gagal menggeser dominasi Honda yang hebat di segala lini. Mulai dari tim pabrikan hingga tim Satelit, Honda benar-benar unggul meski yang paling banyak menang cuma Mick Doohan saja.
Norifumi Abe masih aman posisinya karena kontraknya baru ditambah dan berakhir pada tahun 1998. Sedangkan Loris Capirossi yang menang di seri terakhir malah cuma dikontrak satu musim akhirnya terdepak dari kelas 500cc.
Kenny Roberts JR dan Jean Michel Bayle masih bertahan di kelas 500cc karena didukung sponsor, Sayangnya manager tim pabrikan Yamaha' Kenny Roberts Senior hengkang bersama kedua pembalap andalannya tadi karena ketidakpuasaan terhadap kinerja Yamaha.
Norifumi Abe membalap sendirian untuk tim Yamaha di musim selanjutnya saat kepemimpinan dipegang oleh Wayne Rainey. Untuk menemani Abe, masuklah pembalap Spanyol yang sempat membalap di kelas 250cc yaitu Sete Gibernau.
*****
Sabtu, 19 Juni 2021
Yamaha TZ 250 M, Motor Lembek Dengan Sasis Kuat
Foto : Yamaha TZ 250 M, Dikendarai Erwan Nigon
Yamaha TZR250 adalah sepeda motor yang dirancang dan diproduksi oleh pabrikan sepeda motor Jepang Yamaha antara tahun 1986 dan 1995.
Yamaha memproduksi sepeda motor balap Yamaha TZ250 dengan teknologi Parallel-twin, reverse cylinder dan memiliki varian V-twin 90 °. Teknologi yang dipasang ini berkembang sebagai pengganti natural untuk seri RD 250/Yamaha RD350LC yang populer tahun 1980-an.
Yamaha memproduksi sepeda motor balap Yamaha TZ250 dengan teknologi Parallel-twin, reverse cylinder dan memiliki varian V-twin 90 °. Teknologi yang dipasang ini berkembang sebagai pengganti natural untuk seri RD 250/Yamaha RD350LC yang populer tahun 1980-an.
Motor ini memiliki fitur canggih bernama Yamaha Power Valve System 'YPVS', gunanya menaikkan dan menurunkan tingkat pembuangan yang tergantung pada rpm mesin. Putaran tenaga YPVS mulai terbuka mencapai sekitar 6.000 rpm. Dalam bentuk standarnya menghasilkan 45 hp karena knalpot standar dan kotak pengapian yang terbatas.
TZR250 masih dilombakan di seri balapan Yamaha Past Masters dengan klub balap Inggris (BMCRC) pada 2018. Mesin balap saat ini mengklaim sekitar 56 hp (42 kW) pada 11.000 rpm. Rasio bahan bakar balap biasanya 1:30.
Knalpot standar berbahan keras dipasang untuk meningkatkan tenaga dan torsi mesin, tetapi ukurannya sangat besar dan menghalangi ground clearance. Knalpot Jolly Moto (pembuat knalpot asal Italia) adalah jenis knalpot pengganti yang populer karena lebih ringan, menghasilkan kinerja yang serupa sekaligus meningkatkan ground clearance.
Sebuah body kit balap F3 diproduksi selama beberapa tahun yang mencakup kotak pengapian, karbo dan knalpot, membantu meningkatkan putaran maksimum, tenaga dan torsi.
Produksi dimulai pada bulan Juni 1986 dengan biaya sekitar $6.000 dan baru dirilis saat itu karena dilihat sebagai sepeda motor balap yang mahal untuk ketagori 250cc, tetapi mengingat tempat-tempat seperti Jepang, Italia dan Australia memiliki 250 undang-undang lisensi di tempat orang dapat membayangkan guncangan bahwa sesuatu yang bisa merepotkan di trek yang disebabkan oleh tenaga mesin yang besar namun agak lembek. Sebuah body kit balap F3 diproduksi selama beberapa tahun yang mencakup kotak pengapian, karbo dan knalpot, membantu meningkatkan putaran maksimum, tenaga dan torsi.
Varian 2MA kembar menjadi varian pilihan konsumen di Inggris dan model 1KT menjadi model domestik untuk pasaran Jepang yang juga dilengkapi dengan CDI yang lebih ketat untuk mematuhi undang-undang Jepang yang menetapkan batas atas 45 hp untuk sepeda motor 250cc.
Variasi antara kedua model ini minimal, misalnya pada rem master silindernya dalam kalimat bahasa Inggris atau Jepang. Pengaturan pencahayaan motor juga berbeda, untuk mematuhi peraturan Undang-Undang di Inggris, terutama indikator dipasang pada tangkai daripada dipasang pada bodi.
Pada tahun 1989, motor TZ 250 versi silinder terbalik dengan paralel kembar, 3MA tiba (3MA1). Pada motor TZ 250 series untuk tahun produksi 1990 yakni versi 3MA dengan dipasangi garpu terbalik serta ruang besar untuk ekspansi berbentuk besar untuk lebih banyak daya mid-range dengan mengorbankan sedikit daya top-end (3MA3). Kemudian pada tahun 1991-1996 dirilis TZ 250 series bermesinkan Yamaha V-twins 3XV.
The 3XV dijual secara harga lumayan mahal dalam 8 varian dengan mesin berbahan karbo yang berbeda, pengapian, kopling basah/kering, tiga versi daya katup, masing-masing silinder digambarkan oleh nomor papan yang beda warna pada panel samping dan fairing depan. Nama Yamaha TZ 250 versi ini diantaranya menjadi 250R; 250RS; 250RSP; 250SP dan 250SPR.
Varian Yamaha TZ250 M mengikuti konfigurasi motor balap TZ250 versi legal kala itu, memiliki casing yang dibagi pada mesin yang sama, bingkai dan dalam beberapa model mesin silinder, karbo, dan katup dayanya.
Pada tahun 1989, motor TZ 250 versi silinder terbalik dengan paralel kembar, 3MA tiba (3MA1). Pada motor TZ 250 series untuk tahun produksi 1990 yakni versi 3MA dengan dipasangi garpu terbalik serta ruang besar untuk ekspansi berbentuk besar untuk lebih banyak daya mid-range dengan mengorbankan sedikit daya top-end (3MA3). Kemudian pada tahun 1991-1996 dirilis TZ 250 series bermesinkan Yamaha V-twins 3XV.
The 3XV dijual secara harga lumayan mahal dalam 8 varian dengan mesin berbahan karbo yang berbeda, pengapian, kopling basah/kering, tiga versi daya katup, masing-masing silinder digambarkan oleh nomor papan yang beda warna pada panel samping dan fairing depan. Nama Yamaha TZ 250 versi ini diantaranya menjadi 250R; 250RS; 250RSP; 250SP dan 250SPR.
Varian Yamaha TZ250 M mengikuti konfigurasi motor balap TZ250 versi legal kala itu, memiliki casing yang dibagi pada mesin yang sama, bingkai dan dalam beberapa model mesin silinder, karbo, dan katup dayanya.
Di MotoGP kelas 250cc, motor Yamaha TZ 250 memenangkan gelar juara pada tahun 1990 dan 1993. Tahun 1990 Yamaha TZ 250 M dikendarai oleh pembalap asal Amerika Serikat' John Kocinski (Dengan Catatan) ia pernah memakai motor seri YZR 250 yang merupakan motor berstatus official factory made for race.
Tahun 1993, pembalap asal Jepang' Tetsuya "Cool Devil" Harada berhasil menjadi juara dunia meski tenaga motornya lembek. Namun, dengan konsistensi dan kinerja kru mekanik yang handal membuatnya bisa memenangkan balapan walau lawannya tangguh-tangguh.
*****
Langganan:
Postingan (Atom)






