Jumat, 06 Agustus 2021
Valentino Rossi Resmi Pensiun, Marc Marquez Jangan Senang Dulu (Sebab Ada...)
Jumat, 23 Juli 2021
Norifumi Abe, Pembalap 500cc Remaja era 90an yang Melegenda (Part 03)
Sabtu, 19 Juni 2021
Yamaha TZ 250 M, Motor Lembek Dengan Sasis Kuat
Yamaha memproduksi sepeda motor balap Yamaha TZ250 dengan teknologi Parallel-twin, reverse cylinder dan memiliki varian V-twin 90 °. Teknologi yang dipasang ini berkembang sebagai pengganti natural untuk seri RD 250/Yamaha RD350LC yang populer tahun 1980-an.
Sebuah body kit balap F3 diproduksi selama beberapa tahun yang mencakup kotak pengapian, karbo dan knalpot, membantu meningkatkan putaran maksimum, tenaga dan torsi.
Pada tahun 1989, motor TZ 250 versi silinder terbalik dengan paralel kembar, 3MA tiba (3MA1). Pada motor TZ 250 series untuk tahun produksi 1990 yakni versi 3MA dengan dipasangi garpu terbalik serta ruang besar untuk ekspansi berbentuk besar untuk lebih banyak daya mid-range dengan mengorbankan sedikit daya top-end (3MA3). Kemudian pada tahun 1991-1996 dirilis TZ 250 series bermesinkan Yamaha V-twins 3XV.
The 3XV dijual secara harga lumayan mahal dalam 8 varian dengan mesin berbahan karbo yang berbeda, pengapian, kopling basah/kering, tiga versi daya katup, masing-masing silinder digambarkan oleh nomor papan yang beda warna pada panel samping dan fairing depan. Nama Yamaha TZ 250 versi ini diantaranya menjadi 250R; 250RS; 250RSP; 250SP dan 250SPR.
Varian Yamaha TZ250 M mengikuti konfigurasi motor balap TZ250 versi legal kala itu, memiliki casing yang dibagi pada mesin yang sama, bingkai dan dalam beberapa model mesin silinder, karbo, dan katup dayanya.
Sabtu, 22 Mei 2021
Sejarah Team Roberts atau Team KR
Pada 1986 ia menurunkan tim di kelas 500cc sebagai privateer team, sekali lagi dengan motor buatan Yamaha, dengan mengandalkan Randy Mamola sebagai rider utama di setiap edisi balapan yang menyelesaikan musim perdana di posisi ketiga dalam klasemen pembalap dan berhasil meningkatkan performa apik lebih jauh di tahun berikutnya, finis di posisi klasemen kedua. Kemudian Team Roberts harus kehilangan Randy Mamola yang hijrah ke tim pabrikan Cagiva pada tahun 1988.
Pada tahun 2001, pembalap asal Belanda' Jurgen Van Den Goorbergh direkrut sebagai pembalap tunggal lantaran minimnya pendanaan dari sponsor untuk penghematan gaji.
Dengan berlakunya mesin 4 tak, tim Roberts atau sekarang disebut tim KR merombak susunan pembalapnya dengan mengajak Jeremy McWilliams dan Nobuatsu Aoki sebagai pembalap utama untuk musim 2002 dan 2003.
Situasinya tidak membaik bahkan pada tahun berikutnya karena Jeremy McWilliams pindah ke Aprilia dan posisinya diganti oleh anak kedua Kenny Roberts, ialah Kurtis Roberts dan sempat diganti juga oleh pembalap asal Inggris James Haydon pada balapan terakhir musim 2004 di mana Kurtis Roberts mengalami cedera.
Pada tahun 2005 Roberts menandatangani kontrak perjanjian untuk pasokan mesin dengan pabrikan asal Austria, KTM. Tetapi perjanjian tersebut berakhir sebelum musim berakhir dan pihak hanya memperoleh satu poin di seluruh musim.
Situasi berubah pada tahun 2007 saat regulasi mesin dirombak, mesin motor 990cc digantikan mesin 800cc lantaran kencangnya motor generasi terdahulu yang sempat memakan korban jiwa. Honda menyuplai mesin 800cc untuk tim Roberts dan menciptakan motor baru yakni KR 212V. Sayangnya motor tersebut kurang kompetitif dan hanya mendapat sedikit poin.
Seusai balapan di sirkuit Valencia, tim Roberts dibubarkan oleh pemiliknya setelah 22 tahun beroperasi sebagai kompetitor kuat dengan menghasilkan banyak kemenangan dan podium.
Selasa, 27 April 2021
World Wide Race (Dalam Bahasa Inggris)
In 1999 the team expanded his participation in the 250 class with Roberto Rolfo as a rider, while they continued in the 125 class by hiring Roberto Locatelli, with the latter taking the first victories in a team GP. In the 2000 world championship the team wins the title of world champion in the 125 class with Roberto Locatelli. They also participates with Simone Sanna as second rider in the 125 class and Luca Boscoscuro in 250.
After the partnership with Vasco Rossi at the end of 2000, in 2001 the team found new financiers by taking the name of "Safilo Oxydo Race", confirming Sanna in 125 and taking Rolfo back for the 250 class.
Winning the world title, Vincent leaves the team, replacing him with Steve Jenkner, the German rider wins his first race in the world championship this year at the Dutch GP.
In 2005 the team confirmed Simoncelli in the 125 class, alongside the Spanish rider Joan Olivé, while Jenkner was reconfirmed but was moved to the 250 class. To report the results of Simoncelli, who won the Spanish GP for the second consecutive year, also obtaining other five podium finishes over the course of the championship.
In 2009, raced as "Ongetta Team I.S.P.A", the riders entered in the 125 class of the world championship rise to four, Iannone and Nakagami are reconfirmed, while Jonas Folger and Lorenzo Zanetti are hired this season.
Five riders entered the team in 2010, with Folger (the only confirmed driver compared to 2009), Alexis Masbou and Luca Marconi racing with "Ongetta Team".
Change of both riders for the 2013 season, with the signing of Brad Binder and Danny Webb, although the latter was replaced after the first seven races of the championship first by Jules Danilo and then by Luca Amato. Also as regards the motorcycle used there was a change during the season, with the first twelve GPs raced with Suter motorcycles, and then in the last six GPs passed to Mahindra MGP3O motorcycles.
Change of sponsorship and consequent change of name for the 2015 season, with the team now becoming "Outox Reset Drink".
In 2016 he participates as "Platinum Bay Real Estate", confirming Darryn Binder for the second season, while Karel Hanika is initially hired as the second rider, even if the latter is replaced after the first seven races on the calendar by Danny Webb, who after two races is also replaced with Marcos Ramírez. This season the team gets world championship points with Binder and Ramírez.
Also confirmed in 2017 Binder and Ramírez, who had finished the 2016 championship, but the motorcycle used was changed, the team decided to switch to the KTM RC 250 GP.
After 23 years of continuous participation in world championship competitions, in the 2020 season he does not register due to the lack of sponsorships.
Rabu, 14 April 2021
Technical Sports Racing (Dalam Bahasa Inggris)
Technical Sports Racing (also known by the acronym TSR) is a Japanese company that produces components for motorcycles.
Since 1991 the squad has participated, with various models of motorcycles, in various classes of the world championship. The first few seasons they raced only as a team, while from 1998 he entered the 250 class as a manufacturer, also expanding to the 500 class the following season.
In 1991 the only rider of the team was Noboru Ueda, who won two wins this season, while in 1992, again in 125, Kazuto Sakata lined up.
In 1993 they entered the 125 class with Kazuto Sakata and Takeshi Tsujimura, who finished second and third in the standings with three victories in total.
In the following season Takeshi Tsujimura is confirmed in 125, who wins four times during the season, flanked by Tomoko Igata and for three races by Tomomi Manako.
In 1995 the team owner confirmed Tomoko Igata and Tomomi Manako for the 125 class and took Takeshi Tsujimura up to the 250 class.
The following year TSR squad lined up at the start of the only 250 class, with Takeshi Tsujimura and Yasumasa Hatakeyama.
In 1997 the team lined up a 1996 spec Honda NSR 500 in the 500 class entrusted to Nobuatsu Aoki, who finished third in the standings with four podiums, while in the 250 class the starting rider was Takeshi Tsujimura, who finished in seventh position.
In 1998 the riders of the FCC TSR team were Matt Wait in the 500 class on a Honda NSR 500 V2 and Haruchika Aoki in 250, equipped with Honda NSR 250, who also won a podium. TSR also participates as a manufacturer, supplying the TSR-Honda 250 in the middle class to other riders, such as Luca Boscoscuro, Jeremy McWilliams, Roberto Rolfo and Jason Vincent, finishing in 4th place in the constructors' classification.
The following year the driver for the premier class is Yoshiteru Konishi, replaced for a grand prix by Tekkyū Kayō, and the final result in the constructors' classification is 5th place. In 250 the role of constructor prevails again and the fourth position in the standings is confirmed; once again Kayo runs in Japan as a wildcard.
In 2001 the blue squad only took part in the 125 class with Noboru Ueda, who obtained a victory in the Italian GP, taking 5th place among the constructors.
In 2010, TSR returns to the start of the world championship in the Moto2 class by providing its TSR 6 to the JiR team which, for sponsorship reasons, enrolls it as a Motobi. The only TSR-branded participation takes place in the home match by fielding Yusuke Teshima.
In 2011 the relationship with JiR continues, with only Alex De Angelis; he also takes part directly in the home GP by running Tomoyoshi Koyama, the relationship will continue for 2012, 2013 and 2014.
Minggu, 28 Maret 2021
Riwayat Honda NSR 500, Motor 2 Tak Legendaris
Dunia balap motor tidak pernah lepas dari teknologi canggih dan maju, tak terkecuali di MotoGP.
Honda selaku pabrikan motor asal Jepang juga tidak neko-neko dalam membuat sebuah mesin untuk meramaikan persaingan sengit.
Honda NSR 500 adalah aktor dibalik kesuksesan para pembalap di masa
kejayaan era 2 tak, tidak sedikit pembalap-pembalap dari seluruh penjuru
dunia pernah menjajal keganasan mesin yang diramu oleh HRC sejak tahun
1984. Bahkan, legenda hidup MotoGP sekelas Valentino Rossi pun mengakui
bahwa NSR 500 adalah motor terbaik yang pernah dikendarainya.
Di musim perdananya, Honda NSR 500 dikendarai oleh juara bertahan tahun
1983' Freddie Spencer dan Randy Mamola dari Amerika Serikat dengan
mengoleksi 8 kemenangan. Freddie Spencer mencetak 5 kemenangan dan Randy
Mamola cuma mengoleksi 3 kemenangan. Hal ini dikarenakan Honda NSR 500
belum sempurna perfomanya lantaran harus kalah dengan motor Yamaha YZR
500 yang ditunggangi oleh Eddie Lawson bersama tim Marlboro Yamaha Team
Agostini.
Namun, di tahun 1985' barulah Honda NSR 500 menjadi raja di klasemen
konstruktor mengalahkan Yamaha YZR 500 dengan mengoleksi 7 kemenangan
berkat kemampuan berkendara yang handal Freddie Spencer. Musim 1986
lagi-lagi Honda NSR 500 harus dikalahkan oleh Yamaha YZR 500 milik Eddie
Lawson, waktu itu yang menyumbang kemenangn untuk Honda bukanlah
Freddie Spencer' melainkan pembalap asal Australia yang bernama Wayne
Gardner.
Honda NSR 500 cuma mengoleksi 3 kemenangan lagi seperti ketika musim
1984 saat dikendarai oleh Randy Mamola. Konsistensi Freddie Spencer
dipertanyakan, akhirnya Honda NSR 500 harus dikendarai oleh Wayne
Gardner sendiri dan ajaibnya ia menjadi juara dunia dengan mengoleksi 7
kemenangan.
Memasuki tahun 1988 terjadi persaingan sengit antara Honda NSR 500
melawan Yamaha YZR 500 yang menyebabkan gagalnya Wayne Gardner menjuarai
gelar kelas 500cc. Bahkan ini merupakan musim tersengit di MotoGP untuk
kategori kelas 500cc.
Tahun 1989 menjadi kejutan penting bagi dunia balap, Eddie Lawson
akhirnya memutuskan untuk pindah ke Rothmans Honda Kanemoto sekaligus
menjadi rekan satu tim Wayne Gardner' tentu kondisi seperti ini membuat
persaingan semakin meruncing. Eddie Lawson akhirnya menjadi jjuara dunia
setelah mengalahkan Wayne Gardner yang notabene rekan satu timnya
sendiri.
Eddie Lawson hanya mengoleksi 3 kemenangan saja, namun ia masih bisa
menjadi juara dunia untuk ke 4 kalinya' waktu itu hany Eddie Lawson saja
yang mampu menjadi juara dunia saat berganti motor dari Yamaha ke
Honda. Pengamat dunia balap mengatakan bahwa hanya Eddie Lawson seorang
yang mampu menjadi juara dunia 2 kali berturut-turut dengan mesin balap
berbeda.
Tahun 1990 menjadi musim terburuk bagi Honda NSR 500, karena waktu itu
Yamaha YZR 500 kembali bangkit dari keterpurukan. Ditambah perfoma
cemerlang dari pembalap sekelas Wayne Rainey berhasil menyingkirkan tim
Rothmans Honda Kanemoto dari puncak klasemen konstruktor.
Selama musim 1990-1993, Honda NSR 500 dikendarai oleh Wayne Gardner dan
Mick Doohan dari Australia yang perfomanya belum sanggup mengalahkan
Wayne Rainey. Baru setelah itu, di tahun 1994' Honda NSR 500 kembali
berkuasa di kelas utama dengan Mick Doohan sebagai juara dunia.
Berikutnya Honda NSR 500 menjadi motor terkuat selama musim 1994-1999,
di tahun 1994 motor Honda NSR 500 yang dikendarai Mick Doohan berhasil
memenangi 9 balapan sehingga pembalap asal Australia itu cukup untuk
merengkuh gelar juara dunia. Berlanjut di tahun 1995, dimana Mick Doohan
kembali menjadi jawara setelah mengalahkan rekan satu timnya, Alex
Criville' Mick Doohan meraih 7 kemenangan dan Alex Criville hanya meraih
1 kemenangan saja. Sisanya diraih oleh Alberto Puig dari tim Fortuna
Honda Pons yang juga hanya 1 kali menang.
Musim 1996 merupakan musim yang sangat sengit bagi Mick Doohan, dimana
ia bertarung mati-matian mempertahankan gelar juara ditengah gempuran
pembalap tim satelit dan tim Marlboro Yamaha' pempalap sekelas Mick
Doohan berhasil merengkuh kemenangan sebanyak 8 kali kemudian disusul
Alex Criville dengan 2 kemenangan. Selanjutnya di tahun 1997 merupakan
musim tersukses bagi Mick Doohan, dimana ia meraih kemenangan terbanyak
dengan jumlah 12 kemenangan dan disusul oleh rekan setimnya yang lain
yakni Alex Criville dengan 2 kemenangan serta Tadayuki Okada dengan
hanya 1 kemenangan saja.
1998 merupakan musim mengejutkan dimana pembalap pendatang baru yang
bernama Max Biaggi berhasil meraih kemenangan sebanyak 2 kali dan
menempel ketat dibawah Mick Doohan. Alex Criville juga meraih kemenangan
2 kali. Sementara itu Carlos Checa yang merupakan pembalap tim Movistar
Honda Pons berhasil meraih 1 kemenangan bagi dirinya sendiri.
Tahun 1999 menjadi akhir dari kejayaan Mick Doohan, saat itu Doohan
memutuskan untuk pensiun akibat cidera parah saat melakoni kualifikasi
di GP Jerez, Spanyol. Alex Criville memanfaatkan ketidakberdayaan Mick
Doohan sehingga berhasil merengkuh gelar juara dunia dengan meraih 6
kemenangan.
Tadayuki Okada, rekan satu tim Criville malah berhasil meraih 3
kemenangan setelah bertarung sengit dengan Max Biaggi dan Norick Abe.
Ini merupakan musim yang cukup ketat dan sengit setelah Mick Doohan
memutuskan untuk pensiun dari dunia balap. Berlanjut di tahun 2000,
dimana musim itu cenderung lebih ketat dari musim 1999' Valentino Rossi
naik kelas dari kelas 250cc ke kelas 500cc dengan mengendarai Honda NSR
500 bersama tim Nastro Azzurro Honda' ditambah kembalinya Loris
Capirossi ke kelas 500cc setelah 3 tahun bertarung di kelas 250cc.
Di musim tahun 2000, ada 3 pembalap Honda NSR 500 yang meraih kemenangan
dalan setiap seri ' diantaranya Alex Criville dengan 1 kemenangan,
Valentino Rossi dan Alex Barros dengan 2 kemenangan serta Loris
Capirossi dengan 1 kemenangan saja.
Tahun 2001 merupakan akhir kejayaan dari Honda NSR 500 dengan melahirkan
Valentino Rossi sebagai legenda baru MotoGP. Valentino Rossi waktu itu
berhasil membukukan 11 Kemenangan dan Alex Barros mencetak 1 kemenangan
saja di GP Mugello.
Masuk tahun 2002, mesin Honda NSR 500 diganti dengan mesin Honda RC 211V tipe 4 tak.
Di tahun itu yang membalap dengan Honda NSR 500 hanya Daijiro Kato,
Loris Capirossi, Tetsuya Harada, Jurgen Van den Goorbergh & Alex
Barros tanpa menorehkan kemenangan sekalipun.
*****






